
FORMABEMNEWS, Belawan – Menanggapi ketimpangan sosial yang kian mendalam serta pembiaran masalah infrastruktur yang berlarut-larut, Forum Masyarakat Belawan Membangun (FORMABEM) secara resmi menyatakan sikap dan meluncurkan gerakan “Medan Utara Menggugat”.

Gerakan moral dan sosial ini lahir dari keresahan mendalam warga pesisir yang merasa terus termarjinalisasi di tengah megahnya perputaran ekonomi industri di wilayah mereka.
Ketua Umum FORMABEM menegaskan bahwa eskalasi gerakan ini merupakan akumulasi dari jeritan hati masyarakat Belawan dan sekitarnya yang selama puluhan tahun harus hidup berdampingan dengan banjir rob, buruknya fasilitas kesehatan, serta hancurnya infrastruktur publik.

Di sisi lain, kawasan Medan Utara merupakan urat nadi perekonomian yang menghasilkan miliaran rupiah per hari bagi korporasi dan daerah.
“Belawan menghasilkan miliaran, mengapa rakyatnya kelaparan? Laut kami kaya, industri kami megah, tapi warganya tetap dijajah kemiskinan,” ungkap perwakilan FORMABEM, mengutip poin krusial dalam tuntutan warga pesisir.
“Kami menolak wilayah kami hanya dijadikan ladang uang bagi korporasi, sementara warganya hanya ditinggali ‘tempat sampah’ berupa limbah dan banjir rob tahunan. Kami butuh solusi nyata, bukan sekadar janji manis pemilu!”

Melalui gerakan “Medan Utara Menggugat”, FORMABEM membawa tiga pilar restorasi dan gugatan utama demi hak hidup layak anak cucu Belawan:
– Menggugat Keadilan.
– Menolak Marjinalisasi.
– Menuntut penghentian kebijakan yang membodohkan serta penindasan terhadap kesejahteraan warga pesisir.
FORMABEM mendesak adanya restorasi untuk mewujudkan Belawan yang mandiri, cerdas, dan bebas dari penjajahan industri tanpa kontribusi nyata. Hak Atas Pendidikan Layak dan Lapangan Kerja: Menuntut penyediaan sekolah yang layak, program beasiswa yang merata, serta akses lapangan kerja yang berlimpah bagi putra-putri daerah.

FORMABEM menegaskan bahwa pendidikan murah dan lapangan kerja adalah hak mutlak rakyat Medan Utara untuk memutus rantai pembodohan struktural.

Pembenahan Lingkungan dan Infrastruktur Total
Mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengatasi banjir rob, memperbaiki sanitasi lingkungan yang memicu kesehatan buruk, serta membangun kembali infrastruktur yang hancur.
FORMABEM menyatakan tidak akan tinggal diam melihat ketimpangan ini terus berlanjut. Gerakan “Belawan Beraksi” akan terus digulirkan melalui berbagai jalur konstitusional, advokasi, hingga aksi massa damai hingga hak-hak rakyat Medan Utara direbut kembali.
“Ini bukan sekadar protes, ini adalah perjuangan mempertahankan hak hidup layak. Kami mengundang seluruh elemen masyarakat, pemuda, dan tokoh lingkungan di Medan Utara untuk bersatu padu dalam gerakan ini. Sudah saatnya kita lepas dari belenggu penjajahan ekonomi,” tutup pernyataan resmi tersebut.
(Red)









