Menu

Mode Gelap
1.160 POSKAMLING DI MEDAN DIPERTANYAKAN! FORMABEM: JANGAN JADIKAN KEAMANAN RAKYAT SEKADAR SEREMONI DAN DATA DI ATAS KERTAS Diduga Berawal Dari Kios BBM Eceran, Kebakaran Hebat Ludeskan 5 Kios di Jalan Veteran Helvetia Imigrasi Belawan Hadirkan Pasporia Saat Car Free Day, Warga Bisa Urus Paspor di Hari Libur Di Balik Gemerlap Prestasi BNCT, Siapa yang Melindungi Hak Pekerja Belawan? Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Pendidikan, Kakanim Belawan Hadiri Silaturahmi MPKW Sumut–Aceh 9 Anggota DPRD Dapil II Medan Utara Diharapkan Lebih Jujur, Aktif, dan Bersungguh-Sungguh Memperjuangkan Nasib Rakyat: CSR, Anggaran Pemko dan DPRD Kemana Arah nya

News

MEDAN UTARA TENGGELAM: Walikota dan Gubernur Tutup Mata, Rakyat Belawan Menggugat Pemekaran!

badge-check


					{ Perbesar

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}

FORMABEMNEWS.COM,  BELAWAN – Jeritan ratusan ribu warga Medan Belawan kembali tenggelam bersama luapan air laut. Sejak Jumat (15/5/2026) hingga Senin (18/5/2026), banjir rob (pasang air laut) dahsyat kembali mengepung dan melumpuhkan total seluruh wilayah Kecamatan Medan Belawan.

Foto Tim Redaksi FORMABEMNEWS dari kondisi 6 kelurahan Sekecamatan Belawan

Bencana tahunan yang terus berulang ini menjadi bukti nyata atas akumulasi ketidakpedulian, pengabaian, dan kegagalan total Wali Kota Medan serta Gubernur Sumatera Utara dalam melindungi warga pesisir. Pemimpin daerah dituding sengaja membiarkan Belawan menjadi wilayah mati yang tenggelam perlahan.

 

Berdasarkan rekaman video dan dokumentasi foto lapangan yang diterima redaksi, skala banjir rob kali ini sudah masuk dalam tahap sangat darurat dan mengancam keselamatan jiwa:

– Pemukiman Menjadi Sungai, Akses Terputus: Di Lorong IV Veteran, Kelurahan Bagan Deli, air bah berwarna hijau pekat menggenangi pemukiman hingga mencapai pinggang dan dada orang dewasa. Rumah-rumah warga terendam, dan rumah ibadah terkepung air. Warga terpaksa menggunakan perahu dayung (sampan) di tengah jalan yang berubah menjadi aliran sungai demi bisa beraktivitas.

– Jalur Logistik Level Internasional Bak Jalur Kampung Pedalaman Pesisir: Genangan air tinggi juga merendam jalur arteri dan pusat perbankan di Belawan. Truk-truk kontainer raksasa pengangkut komoditas ekspor-impor harus membelah banjir berdampingan dengan para pengendara sepeda motor yang nekat menembus air laut.

– Angkutan Massal Terjebak: Bahkan armada transportasi modern kebanggaan Pemko Medan—Bus Listrik Medan—terlihat megap-megap dan terpaksa menerjang genangan banjir rob yang korosif di tengah jalan raya utama Belawan.

Walikota dan Gubernur Tebar Pesona, Tanggul Hanya Omong Kosong

Fenomena tragis ini memicu kemarahan publik yang luar biasa. Beberapa, Tokoh Pemuda dari Enam Kelurahan Sekecamatan Belawan yang tergabung dalam wadah organisasi FORMABEM-Terutama wilayah yang terdampak paling parah hingga memaksa warga mengungsi-membongkar borok janji manis para penguasa Sumut dan Kota Medan.

Menurut Para Tokoh Pemuda yang tergabung di dalam Organisasi FORMABEM, perhatian Wali Kota Medan dan Gubernur selama ini tidak lebih dari sekadar panggung tebar pesona politik tanpa eksekusi nyata. 

Proyek tanggul rob yang digembar-gemborkan setiap musim kampanye terbukti menjadi proyek yang nyaris tak berfungsi.

 

“Warga sudah frustasi dan muak dengan janji-janji politik!. Wali Kota dan Gubernur kalau datang ke sini cuma sekadar seremonial, foto-foto melihat banjir sebentar, lalu pulang naik mobil mewah mereka. Kami ditinggal di sini bersama air asin dan penyakit,” cetus para tokoh pemuda dengan nada tinggi.

 

Mereka secara tegas mengatakan. “Jangan sampai menunggu Belawan ini hilang dari peta dan warganya tenggelam massal, baru Pemko dan Pemprov pura-pura panik dan turun tangan!” tegas mereka.

 

Solusi Terakhir: Memisahkan Diri dari Kota Medan!

Ketidakpedulian yang mendarat di ubun-ubun ini membuat masyarakat Belawan merasa dianaktirikan secara sistematis. Padahal, Belawan merupakan urat nadi perekonomian Sumatera Utara yang menyumbang devisa dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) triliunan rupiah. Aktivitas Pelabuhan internasional, dibawah naungan BUMN besar Pelindo yang setiap tahun menyatakan meraup untung besar.

 

Sebagai bentuk perlawanan atas pengabaian struktural ini, para tokoh masyarakat, ulama, dan pemuda di Medan Utara kini mulai berbenah bersatu menyuarakan satu-satunya opsi rasional yang tersisa:

*Pemekaran Wilayah dan Memisahkan Diri dari Kota Medan*

“Belawan ini penyumbang uang besar untuk negara dan daerah, tapi kami diperlakukan seperti sampah. Infrastruktur hancur, rob dibiarkan, kemiskinan ekstrem merajalela, tindak kejahatan semakin tinggi, masyarakat semakin was-was keluar rumah. Kalau Wali Kota Medan Rico Waas dan Gubernur Boby Nasution yang juga mempunyai keluarga dekat para petinggi nasional yang punya kekuatan besar sudah tidak sanggup dan tidak peduli lagi mengurus kami, maka Pemekaran Medan Utara menjadi Kota Madya baru adalah harga mati yang harus segera disahkan!” pungkas para tokoh pemuda yang tergabung di FORMABEM secara tegas.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

1.160 POSKAMLING DI MEDAN DIPERTANYAKAN! FORMABEM: JANGAN JADIKAN KEAMANAN RAKYAT SEKADAR SEREMONI DAN DATA DI ATAS KERTAS

9 Agustus 2026 - 04:15 WIB

Diduga Berawal Dari Kios BBM Eceran, Kebakaran Hebat Ludeskan 5 Kios di Jalan Veteran Helvetia

5 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Imigrasi Belawan Hadirkan Pasporia Saat Car Free Day, Warga Bisa Urus Paspor di Hari Libur

4 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Di Balik Gemerlap Prestasi BNCT, Siapa yang Melindungi Hak Pekerja Belawan?

1 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Pendidikan, Kakanim Belawan Hadiri Silaturahmi MPKW Sumut–Aceh

27 Juli 2026 - 16:54 WIB

Trending di News