
FORMABEMNEWS, MEDAN LABUHAN – Di tengah kepungan banjir yang telah berlangsung selama berhari-hari, kepedulian terhadap warga terdampak kembali ditunjukkan oleh bapak Pendiri FORMABEM beserta istri (Forum Masyarakat Belawan Membangun). Dengan menugaskan tim turun langsung ke tengah permukiman warga di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, untuk membagikan paket makanan siap konsumsi kepada masyarakat yang terdampak banjir.

Aksi sosial tersebut menyasar warga yang berada di Lingkungan 14, 15, 16 dan 17 Kelurahan Sei Mati, kawasan yang selama bertahun-tahun dikenal masyarakat sebagai salah satu wilayah yang kerap menghadapi persoalan banjir.
Dengan kondisi air yang masih menggenangi jalan dan halaman rumah warga, relawan tetap mendatangi masyarakat secara langsung. Paket makanan diserahkan kepada warga yang membutuhkan tanpa membedakan suku, ras maupun agama.

Bagi warga, bantuan makanan siap konsumsi menjadi sangat berarti karena aktivitas sehari-hari mereka terganggu akibat genangan air yang belum juga surut.
Wilayah Rendah, Kembali Menjadi Langganan Banjir
Kondisi banjir di kawasan Sei Mati semakin memprihatinkan karena wilayah tersebut berada di kawasan yang relatif rendah. Selain curah hujan dan kondisi drainase, warga juga merasakan dampak aliran air dari kawasan permukiman di sekitar Sei Mati, sehingga debit air semakin bertambah ketika banjir terjadi.
Air tidak hanya menggenangi badan jalan, tetapi juga masuk dan mengelilingi rumah-rumah warga. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus beraktivitas di tengah genangan air.

Persoalan banjir yang terus berulang ini juga menjadi perhatian serius masyarakat. Warga berharap persoalan banjir di Sei Mati tidak hanya mendapatkan perhatian ketika terjadi bencana, tetapi juga mendapatkan solusi permanen dan penanganan yang berkelanjutan.
FORMABEM: Kepedulian Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Kegiatan sosial yang dilakukan rutin oleh bapak dan ibu Pendiri FORMABEM menjadi bentuk kepedulian langsung kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Bantuan tersebut bukan sekadar memberikan makanan, tetapi juga menjadi pesan bahwa masyarakat yang sedang tertimpa musibah tidak boleh merasa sendirian.

Di tengah kondisi banjir yang semakin parah, kehadiran relawan FORMABEM di tengah warga menjadi bentuk solidaritas sosial. Mereka turun langsung melihat kondisi masyarakat, berinteraksi dengan warga dan menyerahkan bantuan dari rumah ke rumah.
“Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang terdampak banjir tanpa memandang suku, agama maupun latar belakang. Ini adalah bentuk kepedulian kemanusiaan dan solidaritas sesama masyarakat,” demikian semangat yang ingin ditunjukkan melalui kegiatan sosial tersebut.
Warga Berharap Pemerintah Hadir dengan Solusi Jangka Panjang
Banjir yang berulang selama bertahun-tahun membuat masyarakat berharap adanya perhatian yang lebih serius dari Pemerintah Kota Medan dan instansi terkait.
Masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan ketika banjir datang, tetapi juga berharap adanya penanganan akar persoalan, mulai dari sistem drainase, aliran air, kapasitas saluran, hingga solusi terhadap banjir kiriman dari wilayah sekitar.
Warga di Lingkungan 14, 15, 16 dan 17 Kelurahan Sei Mati berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian bersama sehingga mereka tidak terus-menerus menghadapi kondisi yang sama setiap kali banjir terjadi.

Kepedulian FORMABEM hari ini menjadi pengingat bahwa persoalan banjir bukan hanya persoalan genangan air, tetapi menyangkut kehidupan, kesehatan, ekonomi dan martabat masyarakat yang terdampak.
Di saat warga harus bertahan di tengah banjir, kepedulian sekecil apa pun memiliki arti besar.
FORMABEM hadir bukan hanya untuk melihat persoalan masyarakat, tetapi berusaha berada bersama masyarakat ketika mereka membutuhkan.
(Red)









