Menu

Mode Gelap
Banjir Berhari-hari, Warga Sei Mati Terus Bertahan: Pendiri FORMABEM Peduli Salurkan Bantuan Tanpa Pandang Suku dan Agama SEMANGAT BERBAGI DI CAR FREE DAY BELAWAN: FORMABEM HADIR DORONG UMKM LOKAL, TOKOH PEMUDA PUN IKUT BORONG DAGANGAN UNTUK DIBAGIKAN GRATIS 22 JAM LISTRIK PADAM, WARGA SEI MATI MURKA! PLN BELAWAN SANGAT LAMBAN DAN ABAIKAN KELUHAN WARGA Anak Muda Belawan Hidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Seni: Teater Dermaga Hadirkan “MARTINI AKU INGIN PERGI” PELABUHAN BESAR, AKTIVITAS EKONOMI BESAR, TETAPI WARGA BELAWAN MASIH BERGELUT DENGAN JALAN HANCUR, LINGKUNGAN KUMUH DAN FASILITAS PUBLIK YANG MEMPRIHATINKAN Potret Miris Pendidikan di Medan Utara: Anak-anak Tetap Upacara di Tengah Air, Janji Walikota Medan Untuk Pembenahan Dipertanyakan

News

22 JAM LISTRIK PADAM, WARGA SEI MATI MURKA! PLN BELAWAN SANGAT LAMBAN DAN ABAIKAN KELUHAN WARGA

badge-check

400 Lebih Rumah Terdampak Padam nya Aliran Listrik, Puluhan UMKM Lumpuh dan Warga Klaim Mengalami Kerugian Ratusan Juta Rupiah. (foto-red)

FORMABEMNEWS, MEDAN LABUHAN – Kemarahan dan kekecewaan warga Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, terhadap pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali memuncak.

Aliran listrik di sejumlah wilayah permukiman warga dilaporkan padam selama kurang lebih 22 jam, sejak Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 22.00 WIB hingga Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 18.45 WIB.

 

Gangguan tersebut berdampak terhadap lebih dari 400 rumah warga yang tersebar di lima lingkungan di Kelurahan Sei Mati.

Yang membuat warga semakin kecewa, gangguan listrik serupa disebut bukan pertama kali terjadi. Warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan melalui berbagai saluran pengaduan PLN, termasuk PLN Mobile, customer service, maupun kepada petugas PLN yang berada di lapangan.

Namun, menurut sejumlah warga, penanganan gangguan dinilai terlalu lamban dan belum memberikan solusi yang dianggap konkret.

UMKM LUMPUH, KERUGIAN WARGA MEMBESAR

Pemadaman dalam waktu yang sangat panjang tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga.

Sejumlah pelaku UMKM di wilayah terdampak mengaku mengalami kerugian akibat tidak dapat menjalankan aktivitas usaha secara normal.

Usaha yang membutuhkan listrik, seperti perdagangan makanan dan minuman, penyimpanan bahan makanan menggunakan lemari pendingin/freezer, usaha rumahan, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya ikut terdampak.

Warga dan pelaku UMKM memperkirakan nilai kerugian secara keseluruhan dapat mencapai ratusan juta rupiah, meskipun angka tersebut masih perlu diverifikasi dan dihitung secara lebih terukur.

“Kami bukan hanya kecewa, tetapi sudah sangat marah. Listrik mati berjam-jam, bahkan sampai hampir satu hari penuh. Kami sudah berkali-kali menghubungi PLN, tetapi masyarakat seperti dibiarkan menunggu tanpa kepastian yang jelas,” ujar beberapa orang warga saat ditemui awak media di lokasi.

Pelaku UMKM lainnya mengatakan bahwa pemadaman berkepanjangan membuat kegiatan usaha mereka terhenti dan berpotensi menyebabkan kerusakan bahan dagangan.

AKTIVIS DAN PENGAMAT PELAYANAN PUBLIK PERTANYAKAN SOLUSI KONKRET PLN

Aktivis dan Pengamat Pelayanan Publik mempertanyakan mengapa gangguan listrik yang disebut berulang kali terjadi di kawasan tersebut sering tidak mendapatkan penyelesaian yang benar-benar permanen.

Beberapa tokoh masyarakat juga meminta pihak PLN Ranting Belawan dan PLN Wilayah Sumatera Utara/Cabang Medan tidak hanya melakukan perbaikan ketika gangguan terjadi, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jaringan serta infrastruktur kelistrikan yang melayani kawasan permukiman masyarakat.

Warga pun menilai masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai penyebab gangguan, langkah perbaikan, kondisi jaringan, serta rencana pembenahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

DESAK PLN TERBUKA DAN AUDIT PENGELOLAAN ANGGARAN

Kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pengelolaan anggaran pemeliharaan dan peningkatan jaringan listrik di wilayah tersebut.

Terdapat dugaan penyimpangan anggaran atau kelalaian dalam pengelolaan jaringan, masyarakat meminta agar persoalan tersebut diaudit dan diperiksa secara transparan oleh pihak yang berwenang.

Jangan sampai buruknya pelayanan publik justru terjadi karena adanya persoalan dalam pengelolaan anggaran, pengadaan, pemeliharaan, atau manajemen infrastruktur.

Jika anggaran pemeliharaan tersedia, ke mana anggaran tersebut dialokasikan? Jika jaringan memang sudah tidak layak, mengapa pembenahan permanen belum dilakukan? Dan jika gangguan sudah berulang kali dilaporkan masyarakat, mengapa persoalan yang sama kembali terjadi?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kini menunggu jawaban terbuka dari pihak PLN.

WARGA: JANGAN HANYA DATANG SAAT LISTRIK PADAM

Masyarakat berharap PLN tidak berhenti pada tindakan perbaikan sementara setelah terjadi gangguan.

Warga meminta dilakukan:

1. Pemeriksaan menyeluruh jaringan listrik yang melayani lima lingkungan terdampak.

2. Evaluasi terhadap penyebab pemadaman berulang.

3. Perbaikan atau penggantian infrastruktur yang sudah tidak layak.

4. Penjelasan resmi kepada masyarakat mengenai penyebab pemadaman selama kurang lebih 22 jam.

5. Penyampaian rencana pembenahan jaringan secara transparan.

6. Evaluasi terhadap penanganan pengaduan masyarakat melalui PLN Mobile, customer service dan petugas lapangan.

7. Audit apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran pemeliharaan atau pembangunan jaringan.

Warga menegaskan bahwa listrik bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar masyarakat dan urat nadi aktivitas ekonomi.

Pemadaman hingga puluhan jam bukan hanya membuat rumah warga gelap, tetapi juga dapat menghentikan roda ekonomi masyarakat kecil.

PLN HARUS MEMBERIKAN JAWABAN

Masyarakat Kelurahan Sei Mati khusus nya meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka terkait pemadaman panjang yang sering terjadi namun lamban di respon.

Warga berharap pihak PLN tidak menganggap persoalan ini sebagai keluhan biasa.

Ini adalah persoalan pelayanan publik yang menyangkut ratusan rumah tangga dan keberlangsungan usaha masyarakat.

Atas kejadian tersebut, warga meminta PLN Ranting Belawan dan jajaran PLN di wilayah Medan/Sumatera Utara segera memberikan penjelasan resmi, melakukan evaluasi menyeluruh dan menghadirkan solusi konkret.

“JIKA PEMADAMAN TERUS BERULANG, MAKA PERTANYAAN PUBLIK AKAN SEMAKIN BESAR: APA SEBENARNYA YANG TERJADI DENGAN INFRASTRUKTUR DAN PENGELOLAAN PELAYANAN LISTRIK DI KAWASAN INI?”

Masyarakat tidak membutuhkan janji. Masyarakat membutuhkan listrik yang menyala, pelayanan yang cepat, jaringan yang andal dan pertanggungjawaban yang jelas, jangan hanya tindakan tegas yang di lakukan pihak PLN tatkala masyarakat terlambat membayar tagihan, namun pelayanan dan kualitas di abaikan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banjir Berhari-hari, Warga Sei Mati Terus Bertahan: Pendiri FORMABEM Peduli Salurkan Bantuan Tanpa Pandang Suku dan Agama

13 September 2026 - 13:07 WIB

SEMANGAT BERBAGI DI CAR FREE DAY BELAWAN: FORMABEM HADIR DORONG UMKM LOKAL, TOKOH PEMUDA PUN IKUT BORONG DAGANGAN UNTUK DIBAGIKAN GRATIS

30 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Anak Muda Belawan Hidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Seni: Teater Dermaga Hadirkan “MARTINI AKU INGIN PERGI”

20 Agustus 2026 - 15:02 WIB

PELABUHAN BESAR, AKTIVITAS EKONOMI BESAR, TETAPI WARGA BELAWAN MASIH BERGELUT DENGAN JALAN HANCUR, LINGKUNGAN KUMUH DAN FASILITAS PUBLIK YANG MEMPRIHATINKAN

17 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Potret Miris Pendidikan di Medan Utara: Anak-anak Tetap Upacara di Tengah Air, Janji Walikota Medan Untuk Pembenahan Dipertanyakan

17 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Trending di News