Menu

Mode Gelap
1.160 POSKAMLING DI MEDAN DIPERTANYAKAN! FORMABEM: JANGAN JADIKAN KEAMANAN RAKYAT SEKADAR SEREMONI DAN DATA DI ATAS KERTAS Diduga Berawal Dari Kios BBM Eceran, Kebakaran Hebat Ludeskan 5 Kios di Jalan Veteran Helvetia Imigrasi Belawan Hadirkan Pasporia Saat Car Free Day, Warga Bisa Urus Paspor di Hari Libur Di Balik Gemerlap Prestasi BNCT, Siapa yang Melindungi Hak Pekerja Belawan? Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Pendidikan, Kakanim Belawan Hadiri Silaturahmi MPKW Sumut–Aceh 9 Anggota DPRD Dapil II Medan Utara Diharapkan Lebih Jujur, Aktif, dan Bersungguh-Sungguh Memperjuangkan Nasib Rakyat: CSR, Anggaran Pemko dan DPRD Kemana Arah nya

News

Abaikan Pidato Dua Presiden, Walikota Medan Berobat ke Luar Negeri Saat RSUD Krisis Dokter Spesialis

badge-check


					Abaikan Pidato Dua Presiden, Walikota Medan Berobat ke Luar Negeri Saat RSUD Krisis Dokter Spesialis Perbesar

 

Potret Buruk Kesehatan Medan: Kepala Daerah Pelesiran Medis

FORMABEMNEWS.COM,  MEDAN – Langkah Walikota Medan yang memilih untuk menjalani pengobatan ke luar negeri memicu sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Keputusan ini dinilai mencederai rasa keadilan publik, terlebih di tengah instruksi efisiensi anggaran daerah dan masih karut-marutnya kondisi pelayanan kesehatan dasar di Kota Medan.

Ironisnya, tindakan kepala daerah ini kontras dengan sentilan keras yang pernah disampaikan oleh dua Presiden Republik Indonesia dalam pidato resminya. Kedua kepala negara tersebut secara terbuka mengaku kecewa atas besarnya angka warga negara Indonesia—termasuk para pejabat—yang memilih berobat ke luar negeri, yang secara langsung memicu aliran modal keluar (capital outflow) hingga ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.

Kontras dengan Nasib Jutaan Lulusan Kedokteran

Kebijakan “pelesiran medis” Walikota ini dirasa menyakitkan di tengah fakta bahwa Indonesia memiliki jutaan lulusan fakultas kedokteran dari berbagai universitas negeri dan swasta terbaik. Alih-alih mengoptimalkan potensi akademis dan keahlian putra-putri bangsa, ketergantungan fasilitas luar negeri oleh elite politik justru memperlihatkan sikap skeptis pemimpin terhadap dunia kedokteran tanah air.

Foto Red: Nasib RSUD Pirngadi Medan yang tidak pernah tuntas di handle oleh para Dirut yang menjabat bahkan setiap kali ada dugaan korupsi namun kasus nya senyap di telan bumi.

Mirisnya Kondisi RSUD: Minim Alat, Langka Dokter Ahli

Di sisi lain, kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di bawah naungan Pemerintah Kota Medan masih jauh dari kata ideal. Hingga saat ini, RSUD milik daerah masih terseok-seok akibat:

– Kelangkaan Tenaga Dokter Ahli: Pasien daerah sering kali harus mengantre berbulan-bulan atau dirujuk kembali karena minimnya dokter spesialis dan sub-spesialis.

– Fasilitas Alat Medis Minim: Banyak perangkat medis krusial yang kondisinya usang atau tidak lengkap, memaksa masyarakat kelas bawah menerima pelayanan seadanya.

– Upah Pelayan Medis yang Minim: Tenaga kesehatan (nakes) dan honorer di RSUD berjuang di garis depan dengan kompensasi yang jauh dari layak, tidak sebanding dengan beban kerja dan risiko yang mereka tanggung.

PAD Besar, Komitmen Kepala Daerah Dipertanyakan

Ketimpangan ini terasa semakin membingungkan mengingat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan tergolong sangat besar. Anggaran yang melimpah tersebut dinilai belum menyentuh akar masalah kedaruratan sektor kesehatan.

 

Masyarakat menilai Kepala Daerah tidak memiliki keseriusan dan komitmen politik (political will) untuk membenahi serta menaikkan kelas fasilitas kesehatan milik daerahnya sendiri.

 

“Bagaimana rakyat bisa percaya dengan kualitas rumah sakit kita sendiri, jika pemimpinnya saja lebih memilih berobat ke luar negeri menggunakan hak istimewanya? Ini adalah bentuk kegagalan empati di tengah jeritan nakes daerah yang diupah minim,” ujar salah satu pengamat kebijakan publik lokal.

Melalui momentum ini, masyarakat dan aliansi peduli kesehatan mendesak Pemerintah Kota Medan untuk segera menghentikan pemborosan gaya hidup elite, melakukan reformasi total pada manajemen RSUD, meningkatkan kesejahteraan nakes, serta memenuhi ketersediaan fasilitas medis yang humanis bagi warga Medan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

1.160 POSKAMLING DI MEDAN DIPERTANYAKAN! FORMABEM: JANGAN JADIKAN KEAMANAN RAKYAT SEKADAR SEREMONI DAN DATA DI ATAS KERTAS

9 Agustus 2026 - 04:15 WIB

Diduga Berawal Dari Kios BBM Eceran, Kebakaran Hebat Ludeskan 5 Kios di Jalan Veteran Helvetia

5 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Imigrasi Belawan Hadirkan Pasporia Saat Car Free Day, Warga Bisa Urus Paspor di Hari Libur

4 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Di Balik Gemerlap Prestasi BNCT, Siapa yang Melindungi Hak Pekerja Belawan?

1 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Pendidikan, Kakanim Belawan Hadiri Silaturahmi MPKW Sumut–Aceh

27 Juli 2026 - 16:54 WIB

Trending di News