FORMABEMNEWS.COM, Labuhan, 17 April 2026 – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di kawasan Jembatan Paya Pasir siang ini. Sebuah truk pengangkut kontainer diduga tidak kuat menanjak hingga akhirnya mundur tak terkendali dan menghantam satu unit mobil Toyota Kijang, satu unit sepeda motor, serta dua bangunan rumah dan tempat usaha milik warga setempat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kejadian yang terus berulang ini memicu kemarahan warga. Pasalnya, insiden serupa sudah sering terjadi akibat maraknya kendaraan berat yang tidak layak jalan tetap dipaksa beroperasi di jalan umum yang padat pemukiman warga, padahal fasilitas jalan tol sudah tersedia.

Lemahnya Pengawasan dan Pengabaian SOP
Masyarakat menyoroti lemahnya kinerja aparat hukum, dinas terkait, serta pihak Pelindo Regional 1 dalam menertibkan kendaraan angkutan barang. Banyak truk yang melintas minim perawatan bahkan truck internal milik pelindo nya dan tidak memiliki uji kelaikan jalan (KIR) yang jelas.

Tak hanya soal kendaraan, masalah serius juga terletak pada proses perekrutan pengemudi truck eksternal maupun internal Pelindo Regional 1. Seringkali, truk dikemudikan oleh sopir yang hanya “asal bisa bawa” tanpa memiliki lisensi dan kemampuan berkendara yang teruji. Bahkan, muncul desakan agar dilakukan pemeriksaan rutin terhadap penyalahgunaan narkoba bagi para pengemudi truk kontainer eksternal maupun internal, mengingat tingginya risiko kecelakaan yang sering mengancam nyawa warga di jalanan.

Gudang di Tengah Pemukiman dan Fasilitas Umum yang Hancur
Pemko Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga didesak untuk bertindak tegas menertibkan gudang-gudang truk yang berada di tengah pemukiman padat penduduk. Kehadiran gudang-gudang ini berdampak buruk pada kualitas hidup warga:
Kerusakan Jalan: Jalanan hancur dan berlubang akibat beban kendaraan yang melebihi kapasitas.
Masalah Lingkungan: Polusi debu dan kotoran dari muatan truk mencemari udara pemukiman.
Fasilitas Publik: Kerusakan fasilitas umum yang dibiarkan tanpa perbaikan dari pihak pengelola gudang maupun pelabuhan.
Kritik Terhadap Pelindo Regional 1
Kinerja Pelindo turut menjadi sorotan tajam. Sebagai pengelola pelabuhan, baik domestik maupun internasional, Pelindo dinilai minim kepedulian dalam pembenahan alat dan area pelabuhan agar setaraf standar internasional. Ketidaksiapan infrastruktur pelabuhan dituding menjadi salah satu pemicu carut-marutnya alur logistik yang akhirnya merugikan masyarakat sekitar.
Warga Medan Utara menuntut adanya tindakan nyata berupa pelarangan truk masuk ke jalur padat pemukiman, sterilisasi gudang dari area warga, serta penegakan hukum yang tegas bagi perusahaan ekspedisi yang mengabaikan keselamatan publik.
(Red)









