Menu

Mode Gelap
Banjir Berhari-hari, Warga Sei Mati Terus Bertahan: Pendiri FORMABEM Peduli Salurkan Bantuan Tanpa Pandang Suku dan Agama SEMANGAT BERBAGI DI CAR FREE DAY BELAWAN: FORMABEM HADIR DORONG UMKM LOKAL, TOKOH PEMUDA PUN IKUT BORONG DAGANGAN UNTUK DIBAGIKAN GRATIS 22 JAM LISTRIK PADAM, WARGA SEI MATI MURKA! PLN BELAWAN SANGAT LAMBAN DAN ABAIKAN KELUHAN WARGA Anak Muda Belawan Hidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Seni: Teater Dermaga Hadirkan “MARTINI AKU INGIN PERGI” PELABUHAN BESAR, AKTIVITAS EKONOMI BESAR, TETAPI WARGA BELAWAN MASIH BERGELUT DENGAN JALAN HANCUR, LINGKUNGAN KUMUH DAN FASILITAS PUBLIK YANG MEMPRIHATINKAN Potret Miris Pendidikan di Medan Utara: Anak-anak Tetap Upacara di Tengah Air, Janji Walikota Medan Untuk Pembenahan Dipertanyakan

News

Potret Miris Pendidikan di Medan Utara: Anak-anak Tetap Upacara di Tengah Air, Janji Walikota Medan Untuk Pembenahan Dipertanyakan

badge-check

FORMABEMNEWS, BELAWAN, – Pemandangan miris kembali terlihat di lingkungan UPT SDN 060970, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

Anak-anak sekolah dasar yang seharusnya menikmati lingkungan pendidikan yang aman, sehat dan layak, justru terlihat harus menjalankan kegiatan sekolah di tengah genangan air yang memenuhi halaman sekolah.

Foto yang diterima redaksi memperlihatkan sejumlah murid mengenakan seragam putih-merah dan petugas upacara berjalan di tengah genangan air. Di sisi lain, puluhan siswa berdiri berbaris di teras sekolah menyaksikan jalannya kegiatan.

Pemandangan tersebut bukan sekadar persoalan air yang menggenangi halaman sekolah. Ini adalah gambaran tentang bagaimana banjir rob masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir Belawan, termasuk anak-anak yang seharusnya mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.

Ironisnya, persoalan banjir di SDN 060970 bukanlah persoalan yang baru diketahui Pemerintah.

Pada 12 Maret 2025, Pemerintah Kota Medan sendiri melalui portal resminya melaporkan bahwa kondisi SDN 060970 masih kurang memadai. Kepala sekolah saat itu menyampaikan bahwa proses belajar mengajar sering terganggu akibat banjir rob, bahkan sejumlah ruangan seperti kelas dan kamar mandi dapat ikut tergenang. Wakil Wali Kota Medan terpilih ketika itu menyatakan sekolah akan dibenahi secara bertahap.

FORMABEM (Forum Masyarakat Belawan Membangun mempertanyakan: sudah sejauh mana janji pembenahan tersebut benar-benar diwujudkan?

Jokowi Pernah Datang, Tetapi Rob Belum Pergi

FORMABEM mengingat Pada 7 Juli 2022, Presiden Joko Widodo memang berkunjung ke kawasan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan.

Agenda resmi yang diberitakan saat itu berkaitan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional, penyerahan bantuan serta program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mencatat bahwa Jokowi menyerahkan bantuan program bedah rumah kepada warga Bagan Deli.

Secara Tegas FORMABEM menyatakan seharus nya kunjungan JOKOWI tersebut membawa harapan besar bagi masyarakat.

Namun empat tahun kemudian, pertanyaan yang patut diajukan bukan lagi mengenai siapa yang pernah datang ke Bagan Deli.

Pertanyaannya adalah: apa yang benar-benar berubah?

 

Jika anak-anak masih harus melaksanakan kegiatan sekolah di tengah genangan, jika banjir rob masih mengganggu proses pendidikan, dan jika fasilitas sekolah masih membutuhkan pembenahan, maka masyarakat berhak meminta penjelasan yang konkret mengenai keberlanjutan program pembangunan di kawasan tersebut.

Kunjungan seorang pejabat tinggi negara seharusnya bukan sekadar meninggalkan dokumentasi, spanduk, dan pemberitaan.

Kunjungan negara harus meninggalkan perubahan yang bisa dirasakan masyarakat.

Kontras Tajam di Kawasan yang Menjadi Nadi Ekonomi

Bagan Deli dan kawasan Medan Utara berada di lingkungan yang strategis bagi aktivitas ekonomi dan logistik Kota Medan.

Di kawasan Belawan terdapat aktivitas pelabuhan, distribusi energi, pergudangan, depo, logistik, serta berbagai kegiatan perusahaan besar yang menopang pergerakan ekonomi Sumatera Utara.

Namun di tengah aktivitas ekonomi yang begitu besar tersebut, masih ada anak-anak sekolah dasar yang harus berhadapan dengan persoalan banjir rob.

Kontras tersebut menjadi pertanyaan besar untuk Pemerintah:

Bagaimana mungkin kawasan yang menjadi salah satu pintu gerbang ekonomi Sumatera Utara masih memiliki fasilitas pendidikan yang harus berhadapan dengan persoalan genangan air?

Masyarakat tentu tidak meminta kemewahan.

Mereka hanya meminta sekolah yang aman, sehat, tidak tergenang, dan layak bagi anak-anak mereka untuk belajar.

Anak-anak yang terlihat dalam foto tersebut tidak memiliki pilihan untuk menentukan kebijakan pembangunan.

Mereka tidak menentukan anggaran pemerintah.

Mereka tidak menentukan prioritas pembangunan.

Mereka juga tidak menentukan siapa yang menjadi presiden, gubernur, wali kota, maupun anggota DPRD.

Tetapi merekalah yang merasakan akibat ketika pembangunan tidak menyelesaikan persoalan dasar.

Mereka tetap datang ke sekolah.

Mereka tetap belajar.

Mereka tetap mengikuti upacara.

Bahkan ketika halaman sekolah berubah menjadi genangan air.

Janji Pembangunan Harus Bisa Diukur

Pemerintah Kota Medan sendiri pernah menyatakan bahwa SDN 060970 akan dibenahi secara perlahan. Bahkan dokumen perencanaan pemerintah yang tersedia secara publik mencantumkan rencana pembangunan ruang kelas baru SDN 060970 dengan nilai sekitar Rp3,06 miliar.

Karena itu, publik berhak memperoleh informasi yang jelas:

1. Apakah anggaran tersebut sudah direalisasikan?

*2. Apa saja pekerjaan yang sudah dilakukan di SDN 060970?

*3. Mengapa banjir rob masih menggenangi lingkungan sekolah?

*4. Bagaimana solusi permanen pemerintah terhadap persoalan tersebut?

*5. Siapa pihak yang bertanggung jawab memastikan sekolah tersebut benar-benar aman bagi murid?

*6. Kapan masyarakat dapat melihat hasil pembangunan secara nyata?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah bentuk permusuhan kepada pemerintah.

Ini adalah bentuk kontrol masyarakat terhadap penggunaan uang negara dan tanggung jawab pemerintah terhadap hak pendidikan anak.

Belawan Tidak Membutuhkan Seremonial, Belawan Membutuhkan Perubahan

Masyarakat Belawan sudah terlalu sering melihat kedatangan pejabat, kunjungan kerja, seremoni, foto bersama dan janji pembenahan.

Yang dibutuhkan masyarakat bukan lagi sekadar kunjungan.

Yang dibutuhkan adalah:

jalan yang layak, drainase yang berfungsi, pengendalian banjir rob, sekolah yang aman, fasilitas kesehatan yang memadai, lingkungan yang sehat dan kehidupan yang lebih sejahtera.

Anak-anak SDN 060970 tidak seharusnya menjadi simbol kegagalan pembangunan.

Mereka seharusnya menjadi simbol keberhasilan negara dalam memenuhi hak dasar generasi penerus.

Dan ketika seorang anak harus berjalan di dalam genangan air untuk mengikuti kegiatan sekolah, maka pertanyaan paling sederhana sekaligus paling menyakitkan adalah:

“Di mana negara ketika anak-anak ini membutuhkan sekolah yang layak?”

Bagan Deli tidak kekurangan janji. Bagan Deli membutuhkan bukti.

Belawan tidak membutuhkan lebih banyak seremoni. Belawan membutuhkan perubahan nyata.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banjir Berhari-hari, Warga Sei Mati Terus Bertahan: Pendiri FORMABEM Peduli Salurkan Bantuan Tanpa Pandang Suku dan Agama

13 September 2026 - 13:07 WIB

SEMANGAT BERBAGI DI CAR FREE DAY BELAWAN: FORMABEM HADIR DORONG UMKM LOKAL, TOKOH PEMUDA PUN IKUT BORONG DAGANGAN UNTUK DIBAGIKAN GRATIS

30 Agustus 2026 - 03:02 WIB

22 JAM LISTRIK PADAM, WARGA SEI MATI MURKA! PLN BELAWAN SANGAT LAMBAN DAN ABAIKAN KELUHAN WARGA

27 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Anak Muda Belawan Hidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Seni: Teater Dermaga Hadirkan “MARTINI AKU INGIN PERGI”

20 Agustus 2026 - 15:02 WIB

PELABUHAN BESAR, AKTIVITAS EKONOMI BESAR, TETAPI WARGA BELAWAN MASIH BERGELUT DENGAN JALAN HANCUR, LINGKUNGAN KUMUH DAN FASILITAS PUBLIK YANG MEMPRIHATINKAN

17 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Trending di News