
FORMABEM Soroti Kemiskinan, Infrastruktur dan Ketimpangan di Belawan — Pelindo dan Perusahaan Besar Diminta Jangan Bungkam dan Abai

FORMABEMNEWS, BELAWAN — Forum Masyarakat Belawan Membangun (FORMABEM) masa bakti 2026–2029 menegaskan komitmennya untuk terus berdiri bersama masyarakat Belawan dan menyuarakan berbagai persoalan sosial, ekonomi, lingkungan serta buruknya kondisi infrastruktur yang hingga kini masih menjadi keresahan warga.
Bagi FORMABEM, pembangunan Belawan tidak boleh hanya diukur dari besarnya aktivitas pelabuhan, keberadaan kawasan industri, arus barang dan kontainer, maupun nilai ekonomi yang berputar setiap hari. Di balik geliat ekonomi tersebut, masih terdapat masyarakat yang hidup dalam keterbatasan, lingkungan yang memprihatinkan dan infrastruktur yang di sejumlah titik membutuhkan perhatian serius.
Kondisi tersebut dinilai menjadi sebuah ironi. Belawan merupakan kawasan strategis dengan keberadaan perusahaan-perusahaan besar, termasuk perusahaan milik negara dan perusahaan swasta berskala nasional maupun internasional.
Namun, masyarakat masih merasakan kesenjangan antara besarnya aktivitas ekonomi dengan manfaat yang mereka rasakan secara langsung.
*FORMABEM mempertanyakan, sampai kapan masyarakat Belawan harus menjadi penonton di tanah sendiri?*
*Bukan Memusuhi Perusahaan, Tetapi Menuntut Kepedulian*
FORMABEM menegaskan bahwa sikap kritis terhadap perusahaan bukan berarti organisasi masyarakat tersebut anti-investasi ataupun anti-perusahaan.
Sebaliknya, FORMABEM justru mendorong perusahaan-perusahaan besar yang menjalankan aktivitas usaha di Belawan agar memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui program sosial, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas lingkungan dan dukungan terhadap perbaikan fasilitas publik yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Kami tidak sedang memusuhi perusahaan. Kami hanya mempertanyakan kepedulian. Kalau Belawan memberikan begitu banyak keuntungan ekonomi kepada perusahaan-perusahaan besar, mengapa masyarakat dan lingkungannya masih harus bergelut dengan persoalan kemiskinan, infrastruktur dan berbagai persoalan sosial?” inilah sikap FORMABEM.
Menurut FORMABEM, program CSR/TJSL tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, pembagian bantuan sesaat atau kegiatan yang tidak menyentuh akar persoalan masyarakat.
*CSR harus dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.*
*Pelindo Diminta Menunjukkan Keberpihakan Nyata*
Sorotan khusus juga diarahkan kepada Pelindo, sebagai salah satu entitas besar yang memiliki keterkaitan sangat kuat dengan aktivitas kepelabuhanan di Belawan.

FORMABEM menilai, keberadaan Pelindo seharusnya tidak hanya dilihat dari fungsi bisnis dan operasional pelabuhan. Sebagai perusahaan negara yang menjalankan aktivitas strategis di kawasan Belawan, kontribusi sosial terhadap masyarakat sekitar juga harus menjadi perhatian serius.
FORMABEM mempertanyakan apakah program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dijalankan selama ini sudah benar-benar menjawab persoalan mendasar masyarakat Belawan.
Jalan dan lingkungan yang rusak, persoalan drainase, kawasan permukiman yang memprihatinkan, keterbatasan kesempatan ekonomi, persoalan sosial serta berbagai kebutuhan masyarakat tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.
FORMABEM meminta Pelindo dan perusahaan-perusahaan besar lainnya untuk turun melihat kondisi masyarakat secara langsung, bukan hanya menerima laporan administratif mengenai program sosial yang telah dilaksanakan.
*Jangan Ada Lagi Masyarakat yang Merasa Diabaikan*
*FORMABEM juga mengingatkan bahwa masyarakat Belawan tidak boleh terus-menerus berada dalam posisi yang lemah ketika menyampaikan aspirasi.*
*Kritik masyarakat tidak seharusnya dianggap sebagai ancaman. Aspirasi tidak boleh dibungkam. Perbedaan kepentingan tidak boleh membuat masyarakat terpecah.*
FORMABEM menolak segala bentuk upaya yang berpotensi membuat masyarakat saling berhadapan, sementara persoalan utamanya justru tidak pernah diselesaikan.
*Jika terdapat perbedaan pendapat, maka ruang dialog harus dibuka.*
*Jika terdapat persoalan, maka harus dicari penyelesaiannya.*
*Jika terdapat program, maka masyarakat harus dapat melihat manfaatnya.*
*Dan jika terdapat keluhan yang berulang, maka jangan hanya dicatat—harus ada tindakan nyata.*
FORMABEM 2026–2029: Bersatu, Kolaborasi, Kontribusi, Membangun Belawan
Memasuki masa bakti 2026–2029, pendiri dan jajaran pengurus FORMABEM menegaskan bahwa organisasi akan terus mengedepankan prinsip:
*BERSATU • KOLABORASI • KONTRIBUSI • MEMBANGUN BELAWAN*
FORMABEM tidak ingin menjadi organisasi yang hanya hadir ketika ada persoalan.
FORMABEM menyatakan akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah, DPRD, perusahaan, BUMN, pelaku usaha, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk mendorong solusi nyata bagi Belawan.
Namun, kolaborasi tidak berarti FORMABEM akan diam terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“Kritis bukan berarti bermusuhan”
Menyampaikan aspirasi bukan berarti membuat kegaduhan.
Menuntut hak masyarakat bukan berarti anti-investasi.
Justru dengan adanya kontrol sosial, komunikasi publik dan keterlibatan masyarakat, pembangunan dapat berjalan lebih sehat dan transparan.
*Belawan Tidak Boleh Hanya Menjadi Mesin Ekonomi*
FORMABEM menegaskan satu hal:
– Belawan bukan hanya pelabuhan.
– Belawan bukan hanya kawasan industri.
– Belawan adalah rumah bagi masyarakat yang berhak hidup layak, mendapatkan lingkungan yang baik dan memperoleh manfaat dari aktivitas ekonomi yang berlangsung di wilayahnya.
Karena itu, FORMABEM mengajak seluruh perusahaan besar yang beroperasi di Belawan untuk membuka kembali mata dan hati terhadap kondisi masyarakat sekitar.
*Jangan sampai perusahaan semakin besar, tetapi masyarakat justru semakin terpinggirkan.*
*Jangan sampai aktivitas ekonomi semakin maju, sementara lingkungan dan infrastruktur masyarakat semakin tertinggal.*
*Dan jangan sampai suara masyarakat semakin keras karena terlalu lama tidak didengar.*
FORMABEM berharap seluruh pemangku kepentingan, khususnya perusahaan-perusahaan besar dan Pelindo, dapat menjadikan kritik ini sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan memperkuat kepedulian terhadap Belawan.
Sebab pada akhirnya, kemajuan Belawan tidak boleh hanya terlihat dari banyaknya kontainer yang keluar-masuk pelabuhan, tetapi juga harus terlihat dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan membaiknya kualitas lingkungan tempat mereka tinggal.
*FORMABEM 2026–2029 siap berdiri bersama masyarakat.*
*Bersatu. Berkolaborasi. Berkontribusi. Membangun Belawan.*
*Belawan tidak meminta belas kasihan. Belawan menuntut perhatian, kepedulian dan kontribusi yang nyata.*
(Red)









